All

Telkom Gelar Indigo Day, Belasan Startup Digital Pamer Kehebatan

29 Agustus, 2018

Uzone.id - Inkubator milik PT Telkom Indonesia, Indigo Creative Nation menyelenggarakan acara tahunan yang diberi nama Indigo Day pada Rabu (29/8) di Telkom Landmark Office, Jakarta Pusat. Acara ini diramaikan oleh belasan startup digital yang unjuk gigi tentang layanan yang mereka tawarkan.

Indigo Day sejatinya menjadi ajang sinergi antar-startup binaan Indigo dan Telkom Group, serta menjadi momen pertemuan para startup ini dengan pihak venture capital dan investor.

Acara Indigo Day kali ini berisi sejumlah aktivitas, di antaranya talkshow, demo day, startup exhibition, dan tentu saja yang paling menarik adalah pitching.

Untuk talkshow, para pembicara yang hadir berasal dari berbagai kalangan seperti korporasi, pemerintahan, hingga para pemodal usaha dan pemain startup.

Contohnya, ketika sesi diskusi Co-founder dan CEO Kofera, Bachtiar Rifai dengan Sony Purnomo selaku Co-founder dan CEO Run System. Sebagai ‘lulusan’ inkubasi Indigo, keduanya berbagi cerita tentang bagaimana mengembangkan startup masing-masing.

Baca juga: Review: Menjajal Langsung Mobil Tanpa Supir Telkomsel, Ngeri-ngeri Sedap!

Lalu sesi pitching, tiap perwakilan dari startup-startup itu berbicara di atas panggung mengenai layanan andalan mereka. Di antaranya Nodeflux, JayaConnect, Qiscus, Bahaso, dan AuthenticGuards.

Dengan penjelasan berbahasa Inggris, semuanya berbicara dengan percaya diri di depan para tamu dan investor.

“Kami mendirikan platform digital Bahaso untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris bagi masyarakat yang membutuhkan. Di dalam platform Bahaso, ada tes, kuis, dan pembelajaran TOEFL. Tentu ini sangat bermanfaat karena dapat diakses kapan aja dan di mana aja,” ujar Tyovan Ari selaku komisaris di Bahaso.

Ada pula tim Nodeflux yang menjelaskan tentang teknologi canggih Deep Learning mereka yang dapat diaplikasikan ke dalam perangkat CCTV. Tentu saja hal ini untuk meningkatkan keamanan.

Dan yang paling menarik adalah AuthenticGuards. Startup digital satu ini mengembangkan teknologi berupa aplikasi mobile dan QR Code untuk membedakan antara barang asli atau barang tiruan.

“Masih banyak masyarakat yang membeli barang tanpa tahu apakah itu orisinal atau tiruan. Dengan bermitra bersama para brand, kami menyediakan QR Code khusus yang dapat dipindai oleh konsumen untuk mengetahui status barang itu. Semoga hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran mengenai kerugian masif bagi suatu brand secara ekonomi apabila barang conterfeit itu masih laku di luar sana,” kata CEO AuthenticGuards, Muqsith Ahmadi kepada Uzone.id.