All

Masih Pandemi, Tesla Malah Untung Besar di Q1 2021

28 April, 2021

Ilustrasi mobil Tesla. (Foto:David von Diemar/Unsplash)

Uzone.id -- Pandemi Covid-19 tidak menghalangi Tesla meraup keuntungan besar pada tahun 2021. Perusahaan pimpinan Elon Musk ini membeberkan pencapaiannya pada kuartal pertama di tahun ini.

“Kami mencapai jumlah produksi dan pengiriman tertinggi,” klaim pihak Tesla saat acara diskusi dengan para investor.

Pada laporan kuartal I 2021 Tesla, Tesla menghasilkan pendapatan USD10,389 miliar, laba kotor USD2,215 miliar, dan laba bersih USD438 juta. Menariknya, Tesla berhasil meraup pendapatan tersebut tanpa memproduksi mobil listrik model S atau X.

“Selama beberapa kuartal terakhir kami telah mengirimkan sekitar 250.000 unit model 3,” ungkap CEO Tesla, Elon Musk.

Apabila dibandingkan dengan seri BMW-3 atau Mercedes E, Model 3 milik Tesla meraih posisi sebagai sedan premium dengan penjualan terbaik pada kuartal I tahun 2021.

Baca juga: Tesla Mulai Pembangunan Pabrik di Indonesia

“Hal ini mengindikasikan bahwa kendaraan listrik dapat menjadi pemimpin kategori dan mengalahkan penjualan kendaraan dengan bahan bakar bensin,” lanjutnya.

Tesla juga menyampaikan, mereka berhasil mengurangi harga dari kendaraan yang mereka jual pada kuartal I tahun 2021 jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.

“Pada 2017, kami mulai memproduksi Model 3. Untuk memproduksi 1 unit butuh biaya USD84 ribu,” ungkap pihak Tesla. “Akibat gabungan dari rilisnya produk baru, pabrik baru dan pengurangan campuran dari Model S dan Model X, biaya rerata kami berkurang hingga USD38 ribu per unit pada kuartal I ini.”

Diketahui, selain mendorong produksi dan penjualan kendaraan, Tesla juga sedang meraup keuntungannya di pasar penyedia tenaga lokal dengan panel surya atau sistem home battery-nya. Penghasilan dari bisnis penyimpanan dan penyedia energi ini menurun dari USD787 juta pada kuartal IV 2020 ke USD595 juta di kuartal I 2021.

Baca juga: Bertemu Langsung Tesla Cybertruck di IIMS 2021, Bisa Langsung Dipesan!

Baru-baru ini Tesla juga meningkatkan harga jual atap solarnya hingga 50 persen. Pengguna yang mau memesan solar photovoltaics (termasuk atap solar Tesla) disarankan turut memesan the Powerwall, sistem penyimpanan energi milik Tesla.

Musk berkata pada kuartal I 2021 ini kalau Tesla akan berusaha menjadikan panel surya dan baterai yang awalnya digunakan untuk rumah, dapat berfungsi untuk penggunaan “berskala besar”.

Hal ini dianggap dapat membantu konsumen menangani permintaan tinggi terhadap tenaga listrik yang mereka butuhkan dan mencegah kerusakan alam akibat cuaca ekstrem.

“Di masa depan, orang akan menilai Tesla sebagai perusahaan dalam ranah AI dan robotik, walau kita sebenarnya adalah perusahaan produsen mobil dan energi,” tutup Musk.