All

Cara Bikin Medsos Jadi Berkah, Bukan Musibah

24 Oktober, 2020

Ilustrasi (Foto: Uzone.id)

Uzone.id - Netizen Indonesia memang dikenal paling cerewet sedunia.Misalnya, ketika istilah "new normal" mulai merebak, warganet Tanah Air beramai-ramai mencuitkan hal tersebut.

Seperti dikutip Uzone.id dari analisis Ismail Fahmi, Drone Emprit di Twitter, dibandingkan dengan warga Amerika Serikat yang hanya melontarkan 11.073 cuitan, warga Indonesia menyampaikan 86.569 cuitan sepanjang 16-29 Mei 2020 soal "new Normal".

Sayangnya, cerewetnya orang Indonesia malah kebanyakan membuat postingan tulisan yang negatif, dibandingkan hal positif. Tak jarang, cuma gara-gara jari tidak bisa dikontrol malahberurusan dengan hukum, bahkan sampai penjara.

BACA JUGA: Tampilan Renault Kwid Bertenaga Listrik (EV)

Enda Nasution, Founder dan COO Suvarna.id, pun mengatakan bahwa sebetulnya sekali-kali tidak masalah membuat komentar negatif, tapi kalau terus-terusan akan bikin capek sendiri. Memberi komentar positif terus-terusan juga akan capek.

“Kenapa mulai gak kita sekarang mulai bikin konten-konten yang produktif. Produktif itu apa? produktif itu yang menghasilkan,” tutur Enda saat berbincang dengan host Hani Fajrina di program Uzone Talks bertajuk “Kenapa Banyak Polisi Moral di Medsos”, Kamis (23/10/2020).

Dia menambahkan, awalnya membuat konten negatif maju selangkah lagi membuat konten yang positif. Setelah itu, naik lagi ke level di mana kita membuat konten yang produktif.

“Bikinlah tulisan yang orang pengen baca dan ada manfaatnya. Bikinlah foto yang pengen orang beli, Bikinlah video yang orang pengen dibuatin juga. Teknologi digital ini akan menjadi berkah, bukan musibah,” tutur Enda.

VIDEOUzone Talks - Kenapa Banyak Polisi Moral di Medsos?